FORUM KONSULTASI PUBLIK DAN BIMTEK-KIE ANTIMICROBIAL RESISTANCE (AMR) 2025

17-08-2025 Umum Dilihat 311 kali

Tanjungpinang - Loka POM di Kota Tanjungpinang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik sekaligus Bimbingan Teknis Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Antimicrobial Resistance (AMR) 2025 pada hari Rabu (13/08/2025) di Hotel CK Tanjungpinang. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, apoteker, hingga organisasi masyarakat, dengan tujuan memperkuat kualitas pelayanan publik di bidang obat dan makanan serta meningkatkan kesadaran akan bahaya resistensi antimikroba bagi kesehatan masyarakat.

Wakil Walikota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., membuka kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya pengendalian resistensi antimikroba yang menjadi ancaman kesehatan global. Pemerintah berkomitmen memperkuat pengawasan, menekan peredaran antibiotik tanpa resep, serta meningkatkan kesadaran apoteker dan sarana pelayanan kefarmasian dalam tata kelola obat yang sesuai aturan.

Kegiatan berlanjut dengan pemaparan dari Kepala Loka POM di Kota Tanjungpinang, Irdiansyah, S.H., yang menyampaikan Rancangan Standar Layanan Loka POM Tahun 2025 sebagai pedoman peningkatan layanan pengawasan obat dan makanan.

Setelah itu dilanjutkan dengan diskusi bersama dr. Dian Oktavianti Putri, Sp.MK membahas secara mendalam mengenai resistensi antimikroba (AMR), beliau menegaskan bahwa AMR adalah ancaman global yang dipicu penggunaan antibiotik tidak tepat. Pengendalian dilakukan lewat penggunaan antibiotik secara bijak, pengendalian infeksi, serta pendekatan One Health.

Diskusi berikutnya Bersama Apt. Eza Riyeni, S.Farm dengan materi Peran Apoteker dalam AMR: Tegakkan Aturan, Bangun Kepercayaan, beliau menekankan peran apoteker dalam menegakkan aturan, menyeimbangkan aspek bisnis dan klinis apotek, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui edukasi penggunaan antibiotik yang benar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tenaga kesehatan dan apoteker dapat berkolaborasi dalam pengendalian resistensi antimikroba dengan menggunakan antibiotik secara bijak, menegakkan aturan pelayanan kefarmasian, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui edukasi yang tepat. (Infokom - S.B)

Sarana